This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

99 Tahun Suara Muhammadiyah

99 Tahun Suara MuhammadiyahSuara Muhammadiyah, 1-15 Januari 2014

Suara Muhammadiyah, menurut penelusuran Dr Kuntowijoyo sudah terbit sejak 1915. Semula bernama Sworo Muhamma diyah, berbahasa Jawa. Kemudian Suara Muhammadiyah dgn pesebarannya ke seluruh penjuru Nusantara dgn menggunakan bahasa Melayu, berjasa ikut menyatukan Nusantara/ Indonesia sebelum Sumpah Pemuda diteriakkan oleh para pemuda di tahun 1928. Ini menjadi prestasi tersendiri, bersama dgn Organisasi Muhammadiyah yg besar yg menyebar dan yg berakar di berbagai pelosok Tanah Air.

Suara Muhammadiyah, selama 99 tahun konsisten menyebarkan ajaran Islam dan berita kegiatan Muhamamdiyah, dinamika organisasi, pemikiran keislaman, dan ekspresi budaya yg digali dari nilai ajaran Islam. Semua itu dilakukan dlm konteks meneguhkan keberislaman serta mencerahkan pemikiran dlm kehidupan berbangsa. Oleh karena itu Suara Muhammadiyah selalu berusaha memilih tulisan dan informasi yg dpt dijadikan inspirasi oleh pembacanya. Isinya dpt dijadikan rujukan dan tuntunan bagi aktivis Muhammadiyah.

Tentu, Suara Muhammadiyah ikut merasakan derita bangsa yg berkali-kali menerima cobaan dan musibah. Mulai dari bencana politik, dari konflik ideologi politik dan pemberontakan politik di tingkat pusat dan daerah-daerah. Muhammadiyah jg ikut merasakan bencana ekonomi berupa krisis ekonomi yg parah di tahun 1930-an, di tahun 1940-an. Juga krisis ekonomi tahun 1960-an, dan di tahun 1990-an.

Konflik vertikal dan horizontal yg melahirkan bencana sosial, seperti, aneka kerusuhan, tawuran, perang lokal pun membuat Muhammadiyah prihatin. Suara Muhammadiyah, sebagai bagian dari Muhammadiyah, dgn kedewasaan berpikir, dgn wawasan Islam rahmatan lil’alamin dgn wawasan Nusantara yg utuh kemudian memosisikan diri sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

Dengan demikian ketika majalah / koran yg lahir sezaman dgn kelahiran Suara Muhammadiyah satu persatu hilang dari peredaran, Suara Muhammadiyah tetap bisa bertahan. Terus mengabdikan dirinya untk kepentingan warga Muhammadiyah, untk kepentingan umat, untk kepentingan bangsa, negara dan umat manusia. Strategi mencerahkan harapan dan menjernihkan pikiran yg ditempuh Suara Muhammadiyah terbukti efektif untk membuka ruang dialog keilmuan, dialog nilai, dialog kesadaran yg sangat berharga bagi semua. Ini yg menjadi semacam rahasia keberhasilan Suara Muhammadiyah mempertahankan diri, dan pelan-pelan mengembangkan diri. Suara Muhamamdiyah sampai hari ni tetap terus terbit tiap setengah bulan sekali, dgn oplag 25.000 sampai 30.000 eksemplar tiap terbit. Sebagai bagian dari Muhamadiyah yg besar, pd usia yg ke-99 tahun ini, Suara Muhamamdiyah, siap memasuki era industri media massa. Tentu yg dimaksud di sini adlh industry media massa berbasis nilai-nilai keislaman sebagaimana dipahami oleh warga Muhammadiyah.

Basis nilai inilah yg kemudian selalu dikembangkan menjadi energi solutif. Ini bermanfaat ketika Suara Muhammadiyah nantinya harus berjuang untk mengatasi masalah internal dan eksternal.• (tof)

http://suara-muhammadiyah.com/2014/106-sm-no-01-2014.html

0 Response to "99 Tahun Suara Muhammadiyah"

Post a Comment

Contact

Name

Email *

Message *